Tampilkan postingan dengan label PLC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PLC. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Januari 2015

Pelajaran Sejarah PLC

     Sejarah PLC

     PLC pertama kali diperkenalkan pada tahun 1960-an, karena perancangan PLC adalah untuk mengurangi biaya perawatan dan penggantian sistem kontrol mesin berbasis relay. Bedford associate (Bedford, MA) menjukan PLC diberi nama MODICON (kepanjangan modular digital controller) untuk perusahaan mobil diamerika. Tetapi ada juga perusaan lain mengajuka PLC menjadi sistem berbasis komputer (PDP-8). nama MODICON 084 merupakan PLC pertama yang digunakan pada produk komersil. Saat kebutuhan produksi berubah maka demikian pula dengan sistem kontrol yang digunakan. Jika perubahan pada sistem kontrol terlalu sering maka sangat mahal untuk membongkar pasang. Selain itu relai mekanik mempuyai umur dan jangka waktu penggunaanya, sehingga membutuhkan perawatan yang berkala. Contoh : apabila sebuah panel kontrol yang mempunyai fungsi atau cara kerja yang kompleks, maka mau tidak mau membutuhkan banyak relai yang digunakan selain itu betapa rumitnya melakukan pengkabelan pada relai sebanyak itu.

     Sejarah PLC Pada pertengahan tahun 1970-an, teknologi yang dominan adalah sekuenser mesin kondisi dan CPU berbasis bit slice. Proses AMD 2901 dan 2903 cukup populer digunakan dalam MODICON dan PLC A-B. Mikroprosesor konvensional kekurangan daya dalam menyelesaikan dengan cepat logika PLC untuk semua PLC kecuali PLC kecil. Setelah mikroprosesor mengalami perbaikan dan pengembangan, PLC yang besar mulai banyak menggunakan. Tetapi hingga saat ini ada yang masih berbasis pada AMD 2903. Sistem yang pertama adalah modbusnya MODICON. Dengan demikian PLC biasa berkomunikasi dengan PLC lain dan bisa ditempatkan jauh dari alat yang dikontrol.

     Sejarah PLC pada tahun 1980 dilakukan usaha untuk menstandarkan komunikasi dengan protokol otomatis pabrik milik general motor juga merupakan waktu untuk memperkecil ukuran PLC dan pembuatan perangkat lunak Pemrograman PLC melalui pemrograman sombolik dengan komputer PC daripada terminal pemrogram genggam. sekarang PLC terkecil seukuran dengan sebuah kontrol relai tunggal.

     Sejarah PLC pada tahun 1990 dilakukan reduksi protokol baru dan modernisasi lapisan fisik protokol populer yang bertahan pada tahun 1980an. standart terakhir (IEC1131-3),

Read More ->>

Tahap pembuatan sistem kontrol PLC

Tahap pembuatan sistem kontrol PLC yaitu sebagai berikut :

  1. mendifinisikan proses atau sistem yang akan dikendalikan oleh PLC

  2. Membuat gambar operasi yang telah dirancanakan.

  3. Mengganti semua input atau output dengan simbol yang ada pada PLC.

  4. Memberi alamat pada simbol komponen PLC, sehingga mampu mengimplementasikan program dengan benar.

  5. Membuat urutan langkah kerja.

  6. Mengkonversikan dari skematik logika.

  7. Menambahkan master switch start dan stop yang dipasang untuk menjalankan dan menghentikan pengoperasian.

  8. Membuat sistem pemrograman yang akan digunakan sebagai dasar program PLC.

    Tahap pembuatan sistem kontrol PLC berikutnya

Sistem pemrograman PLC

Jika semua komponen input/output sudah dipastikan alamatnya pada terminal i/o PLC, maka pemrograman siap dilakukan pada PLC. Berkaitan dengan pemrograman PLC, sebenarnya ada lima model atau metode yang merupakan standar dari IEC 61131-3, yaitu :

  1. daftar instruksi adalah pemrograman dengan menggunakan instruksi bahasa level rendah, contoh LD, NOT, AND dll

  2. Diagram ladder adalah pemrograman berbasis logika relay.

  3. Diagram blok fungsional adalah pemrograman berbasis aliran data secara grafis.

  4. Diagram blok sekuensial adalah metode grafis untuk pemrograman yang banyak melibatkan langkah - langkah rumit.

  5. teks terstruktur adalah pemrograman yang menggunakan statemen - statemen yang umum dijumpai pada bahasa level tinggi seperti if, Do, Case, For dll.

    Kesimpulan 

    • pada tahap pembuatan sistem kontrol PLC terdapat 8 tahap.

    • Pemrograman PLC terdapat lima metode.

    Sekian tahap pembuatan sistem kontrol PLC, dan jangan lupa baca artikel yang lainnya.

Read More ->>

Rabu, 21 Januari 2015

Pengertian PLC

Pengertian PLC - oke gan, kali ini saya akan sedikit menshare tentang apa sih PLC itu ? jawabanya PLC adalah sebuah alat yang menggantikan rangkaian kontrol relay yang terdapat pada sistem kontrol konvensional. Sitem kerja PLC adalah menerima inputan pada komponen input (sensor) sehingga membuat output (contoh motor listrik) menjadi bekerja. Untuk membuat suatu sistem kerja maka harus dilakukan rencana sistem kerja (membuat ladder diagram) pada komputer yang kemudian dikirim kedalam PLC.

     Secara bahasa PLC berarti pengontrol logika yang dapat diprogram, tetapi pada kenyataanya PLC tidak sebatas dengan fungsi logika saja melainkan PLC juga bisa digunakan untuk perhitungan aritmatika yang relatif komplek, fungsi komunikasi, dokumen dll. PLC banyak digunakan pada industri yang merupakan tempat yang membutuhkan kecepatan dan kehandalan dalam menghasilkan produk. Hal yang paling mudah dalam industri membutuhkan PLC adalah proses penyiapan barang baku, proses pembuatan produk dan mungkin bisa jadi pengepakan produk. Hampir semua perlatan listrik digerakkan oleh PLC, alasanya karena mudah dalam perawatanya dan mudah dalam trouble shoooting sehingga mengurangi biaya ongkos dalam perawatan. PLC mempunyai ciri dan karasteristik yaitu :

  1. PLC sebenarnya suatu sistem berbasis mikroprosesor yang mempunyai berfungsi dan fasilitas dari mikro komputer.

  2. PLC diprogram melalui program unit dan keybord atau terminal portable khusus (mirip kalkulator dengan tampilan LCD).

  3. PLC mengontrol suatu peralatan berdasarkan inputan dan menggerakkan outputan.

Sehingga PLC yang awalnya sebagai pengganti relay dapat diartikan sesuai penyusunnya adalah sebagai berikut:

  • Programmable yaitu menunjukkan program yang dapat diubah-ubah sesuai program yang telah dibuat dan kemampuannya dalam hal memory yang dibuat

  • Logic yaitu kemampuannya dalam proses input secara aritmatika (ALU) dengan menggunakan proses mengurangi, menambah, membagi, mengali dan membandingkan.

  •  Controller yaitu kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses sehingga menghasilkan output yang diinginkan.

Read More ->>

Perbedaan Sistem rangkaian kontrol konvensional dan modern ?

Ada berapa sistem pada PLC? Sistem rangkaian kontrol konvensional dan modern

Sistem rangkaian kontrol otamatisasi memegang peran penting, khususnya didunia industri. Proses produksi dari awal penyiapan bahan baku, proses pembuatan produk dan sampai pengepakan tidak lepas dari alat otomati sehingga pekerjaan akan lebih cepat. Pada umumnya pada sistem kontrol terbagi menjadi sistem kontrol konvensional dan sistem kontrol modern. Sistem rangkaian kontrol konvensional yaitu sistem kontrol yang menggunakan relay elektromagnetik sebagai komponen kontrolnya. jika sistem kontrol yang mempunyai banyak fungsi, tidak dapat dibayangkan berapa banyak relay yang dibutuhkan. Sistem kontrol mempunyai kelemahan yaitu.

  1. Sistem pengawatan wirring yang rumit.

  2. relay elektromagnetis merupakan komponen yang mudah mengalami keausan.

  3. jika sistem mengalami berubahan fungsi, maka pengawatan harus dirubah.

  4. jika sistem mengalami kerusakan pastinya akan susah mencari mana yang bermasalah.

  5. Memerlukan catu daya yang besar untuk menggerakkan banyak relay.

  6. Membutuhkan tempat yang luas untuk meletakkan banyak relay.

     
    Gambar : Sistem kontrol konvensional 

    Dari gambar diatas sudah kita lihat bahwa Sistem kontrol konvensional, oleh karena itu sistem kontrol dikembangkan menggunakan sistem kontrol modern yaitu menggunakan Programmabel Logic Controller (PLC). PLC dirancang untuk menggantikan sistem rangkaian kontrol konvensional, PLC secara bahasa berarti pengontrol logika yang dapat diprogram atau PLC bisa juga dikatakan dengan suatu sistem peralatan yang dapat mengotrol peralatan dengan suatu rangkaian logika yang dirancang sesuai kebutuhan. PLC hampir meyerupai dengan komputer elekronika yang mempunyai fungsi kendali untuk berbagai type kesulitan yang beraneka ragam.



     Gambar : contoh PLC

    Keuntungan PLC

    1. lebih mudah dalam pengawatan karena kita hanya melakukan pengawatan pada sisi input dan output PLC sedangkan rangkaian kontrol diprogram melalui konputer dan kemudian dimasukkan pada PLC.

    2. Relay kontrol tidak terlalu banyak karena sudah diatur didalam PLC sedangkan kontak bantu masing - masing relay bisa sangat banyak.

    3. Lebih handal dalam pemeliharaan dan trouble shooting.

    4. jika sistem mengalami perubahan fungsi maka cukup hanya merubah sistem pada PLC yang sudah disetting oleh komputer.

    5. lebih mudah dalam proses kerja maupun perawatan. 

Gambar : Rangkaian sistem kontrol menggunakan PLC

Komponen dasar PLC

PLC tersusun atas beberapa dasar yaitu :

  1. Power supply berfungsi untuk menyuplay daya ke semua komponen dalam PLC dengan tegangan power supply PLC adalah 220VAC atau 24VDC.

  2. Centarl Processing unit (CPU) berfungsi mengerjakan berbagai operasi antara lain mengeksekusi program, menyimpan dan mengambil data dari memori.

  3. Memory berfungsi untuk menyimpan program dan data yang akan diolah oleh CPU.

  4. Modul input atau output berfungsi memberi masukan kepada CPU seperti saklar dan sensor maupun keluaran dari CPU contoh : lampu, motor listrik

  5. Fasilitas komunikasi (COM) berfungsi untuk melakukan pemrograman, pemantauan dan komunikasi dengan peralatan lain.

Gambar : komponen dasar PLC

Read More ->>
|