Tampilkan postingan dengan label PLC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PLC. Tampilkan semua postingan
Kamis, 22 Januari 2015
Tahap pembuatan sistem kontrol PLC
Tahap pembuatan sistem kontrol PLC yaitu sebagai berikut :
mendifinisikan proses atau sistem yang akan dikendalikan oleh PLC
Membuat gambar operasi yang telah dirancanakan.
Mengganti semua input atau output dengan simbol yang ada pada PLC.
Memberi alamat pada simbol komponen PLC, sehingga mampu mengimplementasikan program dengan benar.
Membuat urutan langkah kerja.
Mengkonversikan dari skematik logika.
Menambahkan master switch start dan stop yang dipasang untuk menjalankan dan menghentikan pengoperasian.
Membuat sistem pemrograman yang akan digunakan sebagai dasar program PLC.
Tahap pembuatan sistem kontrol PLC berikutnya
Sistem pemrograman PLC
Jika semua komponen input/output sudah dipastikan alamatnya pada terminal i/o PLC, maka pemrograman siap dilakukan pada PLC. Berkaitan dengan pemrograman PLC, sebenarnya ada lima model atau metode yang merupakan standar dari IEC 61131-3, yaitu :
daftar instruksi adalah pemrograman dengan menggunakan instruksi bahasa level rendah, contoh LD, NOT, AND dll
Diagram ladder adalah pemrograman berbasis logika relay.
Diagram blok fungsional adalah pemrograman berbasis aliran data secara grafis.
Diagram blok sekuensial adalah metode grafis untuk pemrograman yang banyak melibatkan langkah - langkah rumit.
teks terstruktur adalah pemrograman yang menggunakan statemen - statemen yang umum dijumpai pada bahasa level tinggi seperti if, Do, Case, For dll.
Kesimpulan
pada tahap pembuatan sistem kontrol PLC terdapat 8 tahap.
Pemrograman PLC terdapat lima metode.
Sekian tahap pembuatan sistem kontrol PLC, dan jangan lupa baca artikel yang lainnya.
Rabu, 21 Januari 2015
Pengertian PLC
Pengertian PLC - oke gan, kali ini saya akan sedikit menshare tentang apa sih PLC itu ? jawabanya PLC adalah sebuah alat yang menggantikan rangkaian kontrol relay yang terdapat pada sistem kontrol konvensional. Sitem kerja PLC adalah menerima inputan pada komponen input (sensor) sehingga membuat output (contoh motor listrik) menjadi bekerja. Untuk membuat suatu sistem kerja maka harus dilakukan rencana sistem kerja (membuat ladder diagram) pada komputer yang kemudian dikirim kedalam PLC.
Secara bahasa PLC berarti pengontrol logika yang dapat diprogram, tetapi pada kenyataanya PLC tidak sebatas dengan fungsi logika saja melainkan PLC juga bisa digunakan untuk perhitungan aritmatika yang relatif komplek, fungsi komunikasi, dokumen dll. PLC banyak digunakan pada industri yang merupakan tempat yang membutuhkan kecepatan dan kehandalan dalam menghasilkan produk. Hal yang paling mudah dalam industri membutuhkan PLC adalah proses penyiapan barang baku, proses pembuatan produk dan mungkin bisa jadi pengepakan produk. Hampir semua perlatan listrik digerakkan oleh PLC, alasanya karena mudah dalam perawatanya dan mudah dalam trouble shoooting sehingga mengurangi biaya ongkos dalam perawatan. PLC mempunyai ciri dan karasteristik yaitu :
PLC sebenarnya suatu sistem berbasis mikroprosesor yang mempunyai berfungsi dan fasilitas dari mikro komputer.
PLC diprogram melalui program unit dan keybord atau terminal portable khusus (mirip kalkulator dengan tampilan LCD).
PLC mengontrol suatu peralatan berdasarkan inputan dan menggerakkan outputan.
Sehingga PLC yang awalnya sebagai pengganti relay dapat diartikan sesuai penyusunnya adalah sebagai berikut:
Programmable yaitu menunjukkan program yang dapat diubah-ubah sesuai program yang telah dibuat dan kemampuannya dalam hal memory yang dibuat
Logic yaitu kemampuannya dalam proses input secara aritmatika (ALU) dengan menggunakan proses mengurangi, menambah, membagi, mengali dan membandingkan.
Controller yaitu kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses sehingga menghasilkan output yang diinginkan.
Perbedaan Sistem rangkaian kontrol konvensional dan modern ?
Ada berapa sistem pada PLC? Sistem rangkaian kontrol konvensional dan modern
Sistem rangkaian kontrol otamatisasi memegang peran penting, khususnya didunia industri. Proses produksi dari awal penyiapan bahan baku, proses pembuatan produk dan sampai pengepakan tidak lepas dari alat otomati sehingga pekerjaan akan lebih cepat. Pada umumnya pada sistem kontrol terbagi menjadi sistem kontrol konvensional dan sistem kontrol modern. Sistem rangkaian kontrol konvensional yaitu sistem kontrol yang menggunakan relay elektromagnetik sebagai komponen kontrolnya. jika sistem kontrol yang mempunyai banyak fungsi, tidak dapat dibayangkan berapa banyak relay yang dibutuhkan. Sistem kontrol mempunyai kelemahan yaitu.
Sistem pengawatan wirring yang rumit.
relay elektromagnetis merupakan komponen yang mudah mengalami keausan.
jika sistem mengalami berubahan fungsi, maka pengawatan harus dirubah.
jika sistem mengalami kerusakan pastinya akan susah mencari mana yang bermasalah.
Memerlukan catu daya yang besar untuk menggerakkan banyak relay.
Membutuhkan tempat yang luas untuk meletakkan banyak relay.
Gambar : Sistem kontrol konvensionalDari gambar diatas sudah kita lihat bahwa Sistem kontrol konvensional, oleh karena itu sistem kontrol dikembangkan menggunakan sistem kontrol modern yaitu menggunakan Programmabel Logic Controller (PLC). PLC dirancang untuk menggantikan sistem rangkaian kontrol konvensional, PLC secara bahasa berarti pengontrol logika yang dapat diprogram atau PLC bisa juga dikatakan dengan suatu sistem peralatan yang dapat mengotrol peralatan dengan suatu rangkaian logika yang dirancang sesuai kebutuhan. PLC hampir meyerupai dengan komputer elekronika yang mempunyai fungsi kendali untuk berbagai type kesulitan yang beraneka ragam.
Gambar : contoh PLCKeuntungan PLC
lebih mudah dalam pengawatan karena kita hanya melakukan pengawatan pada sisi input dan output PLC sedangkan rangkaian kontrol diprogram melalui konputer dan kemudian dimasukkan pada PLC.
Relay kontrol tidak terlalu banyak karena sudah diatur didalam PLC sedangkan kontak bantu masing - masing relay bisa sangat banyak.
Lebih handal dalam pemeliharaan dan trouble shooting.
jika sistem mengalami perubahan fungsi maka cukup hanya merubah sistem pada PLC yang sudah disetting oleh komputer.
lebih mudah dalam proses kerja maupun perawatan.
Gambar : Rangkaian sistem kontrol menggunakan PLC
Komponen dasar PLC
PLC tersusun atas beberapa dasar yaitu :
Power supply berfungsi untuk menyuplay daya ke semua komponen dalam PLC dengan tegangan power supply PLC adalah 220VAC atau 24VDC.
Centarl Processing unit (CPU) berfungsi mengerjakan berbagai operasi antara lain mengeksekusi program, menyimpan dan mengambil data dari memori.
Memory berfungsi untuk menyimpan program dan data yang akan diolah oleh CPU.
Modul input atau output berfungsi memberi masukan kepada CPU seperti saklar dan sensor maupun keluaran dari CPU contoh : lampu, motor listrik
Fasilitas komunikasi (COM) berfungsi untuk melakukan pemrograman, pemantauan dan komunikasi dengan peralatan lain.
Gambar : komponen dasar PLC
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Tahap pembuatan sistem kontrol PLC yaitu sebagai berikut : mendifinisikan proses atau sistem yang akan dikendalikan oleh PLC Membuat ...
-
Ada berapa sistem pada PLC? Sistem rangkaian kontrol konvensional dan modern Sistem rangkaian kontrol otamatisasi memegang peran penting...
-
Pengertian PLC - oke gan, kali ini saya akan sedikit men share tentang apa sih PLC itu ? jawabanya PLC adalah sebuah alat yang menggan...
-
Sejarah PLC PLC pertama kali diperkenalkan pada tahun 1960-an, karena perancangan PLC adalah untuk mengurangi biaya perawa...
Labels
- PLC