Rabu, 21 Januari 2015

Perbedaan Sistem rangkaian kontrol konvensional dan modern ?

Ada berapa sistem pada PLC? Sistem rangkaian kontrol konvensional dan modern

Sistem rangkaian kontrol otamatisasi memegang peran penting, khususnya didunia industri. Proses produksi dari awal penyiapan bahan baku, proses pembuatan produk dan sampai pengepakan tidak lepas dari alat otomati sehingga pekerjaan akan lebih cepat. Pada umumnya pada sistem kontrol terbagi menjadi sistem kontrol konvensional dan sistem kontrol modern. Sistem rangkaian kontrol konvensional yaitu sistem kontrol yang menggunakan relay elektromagnetik sebagai komponen kontrolnya. jika sistem kontrol yang mempunyai banyak fungsi, tidak dapat dibayangkan berapa banyak relay yang dibutuhkan. Sistem kontrol mempunyai kelemahan yaitu.

  1. Sistem pengawatan wirring yang rumit.

  2. relay elektromagnetis merupakan komponen yang mudah mengalami keausan.

  3. jika sistem mengalami berubahan fungsi, maka pengawatan harus dirubah.

  4. jika sistem mengalami kerusakan pastinya akan susah mencari mana yang bermasalah.

  5. Memerlukan catu daya yang besar untuk menggerakkan banyak relay.

  6. Membutuhkan tempat yang luas untuk meletakkan banyak relay.

     
    Gambar : Sistem kontrol konvensional 

    Dari gambar diatas sudah kita lihat bahwa Sistem kontrol konvensional, oleh karena itu sistem kontrol dikembangkan menggunakan sistem kontrol modern yaitu menggunakan Programmabel Logic Controller (PLC). PLC dirancang untuk menggantikan sistem rangkaian kontrol konvensional, PLC secara bahasa berarti pengontrol logika yang dapat diprogram atau PLC bisa juga dikatakan dengan suatu sistem peralatan yang dapat mengotrol peralatan dengan suatu rangkaian logika yang dirancang sesuai kebutuhan. PLC hampir meyerupai dengan komputer elekronika yang mempunyai fungsi kendali untuk berbagai type kesulitan yang beraneka ragam.



     Gambar : contoh PLC

    Keuntungan PLC

    1. lebih mudah dalam pengawatan karena kita hanya melakukan pengawatan pada sisi input dan output PLC sedangkan rangkaian kontrol diprogram melalui konputer dan kemudian dimasukkan pada PLC.

    2. Relay kontrol tidak terlalu banyak karena sudah diatur didalam PLC sedangkan kontak bantu masing - masing relay bisa sangat banyak.

    3. Lebih handal dalam pemeliharaan dan trouble shooting.

    4. jika sistem mengalami perubahan fungsi maka cukup hanya merubah sistem pada PLC yang sudah disetting oleh komputer.

    5. lebih mudah dalam proses kerja maupun perawatan. 

Gambar : Rangkaian sistem kontrol menggunakan PLC

Komponen dasar PLC

PLC tersusun atas beberapa dasar yaitu :

  1. Power supply berfungsi untuk menyuplay daya ke semua komponen dalam PLC dengan tegangan power supply PLC adalah 220VAC atau 24VDC.

  2. Centarl Processing unit (CPU) berfungsi mengerjakan berbagai operasi antara lain mengeksekusi program, menyimpan dan mengambil data dari memori.

  3. Memory berfungsi untuk menyimpan program dan data yang akan diolah oleh CPU.

  4. Modul input atau output berfungsi memberi masukan kepada CPU seperti saklar dan sensor maupun keluaran dari CPU contoh : lampu, motor listrik

  5. Fasilitas komunikasi (COM) berfungsi untuk melakukan pemrograman, pemantauan dan komunikasi dengan peralatan lain.

Gambar : komponen dasar PLC

0 komentar:

Posting Komentar

|